Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
    Selain perlengkapan keselamatan pribadi, simbol-simbol yang menyatakan sifat bahan kimia perlu dicantumkan pada setiap botol tempat penyimpanan. Hal ini bertujuan untuk memberi tahu kepada para pengguna akan karakteristik dan bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh bahan tersebut. Kali ini akan kita bahas simbol-simbol bahan kimia tersebut beserta keterangan dan karakteristik dari bahan kimia tersebut.
No.
Simbol
Keterangan
1.
Bahan kimia yang ditempeli simbol ini menunjukkan bahwa bahan tersebut beracun (toxic). Bahan tersebut berbahaya bagi kesehatan apabila terhisap, tertelan, atau terpapar pada kulit. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan alat keselamatan kerja di laboratorium dengan lengkap dan benar.
2.
Bahan kimia yang ditempeli simbol ini menunjukkan bahwa bahan tersebut mudah meledak (eksplosif) pada kondisi tertentu. Bahan tersebut harus dihindarkan dari benturan, gesekan, api, dan panas.
3.
Bahan kimia yang ditempeli simbol ini menunjukkan bahwa bahan tersebut dapat membakar bahan yang lain (pengoksidasi). Bahan tersebut dapat menyebabkan munculnya api atau menyebabkan api sulit dipadamkan. Bahan ini harus dihindari dari panas dan bahan-bahan lain yang mudah terbakar serta bersifat reduktor.
4.
Bahan kimia yang ditempeli simbol ini menunjukkan bahwa bahan tersebut sangat mudah terbakar. Untuk menjaga keselamatan, bahan ini harus dihindarkan dari paparan dengan udara secara langsung, sumber api, maupun loncatan sumber api.
5.
Bahan kimia yang ditempeli simbol ini menunjukkan bahwa bahan tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan tubuh manusia (korosif). Bahan ini tidak boleh sampai terhirup atau bersentuhan dengan kulit. Oleh karena itu, penggunaan masker dan sarung tangan sangat dianjurkan.
6.
Bahan kimia yang ditempeli simbol ini menunjukkan bahwa bahan tersebut berbahaya bagi kehidupan organisme di lingkungan. Apabila dalam penelitian menggunakan bahan ini sangat disarankan untuk menggunakan alat keselamatan kerja secara lengkap dan benar. Tempat penampungan bahan ini maupun sisa bahan dibuang sebagai limbah berbahaya yang tidak boleh dibuang sembarangan ke lingkungan.



Sekian pembahasan Simbol Bahan Kimia kali ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan teman-teman sekalian.
Biologi hanya mempelajari tentang makhluk hidup. Semakin berkembangnya permasalahan yang dihadapi manusia, cabang-cabang biologi juga semakin berkembang pesat. Setiap ilmu dalam Biologi mempelari suatu objek biologi secara lebih spesifik. Cabang Biologi tersebut dapat dipilah-pilah berdasarkan kriteria tertentu, antara lain berdasarkan tingkat organisasi kehidupan, objek biologi, aspek kehidupan, atau kaitannya dengan ilmu lain.

No.
Kriteria Pemilahan Cabang Biologi
Cabang Biologi
Bidang Kajian
1.
Tingkat Organisasi Kehidupan
Biologi Molekuler
Penyusun tubuh makhluk hidup tingkat molekuler (tingkat molekuler).
Genetika
Cara pewarisan sifat pada makhluk hidup (tingkat molekuler).
Sitologi
Susunan dan fungsi bagian-bagian sel (tingkat sel).
Histologi
Susunan dan fungsi jaringan tubuh makhluk hidup (tingkat jaringan).
Anatomi
Struktur dalam tubuh makhluk hidup (tingkat organ dan sistem organ).
Fisiologi
Proses dan kegiatan yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup (tingkat organ dan sistem organ).
2.
Objek Biologi
Virologi
Kehidupan virus dan pengaruhnya bagi makhluk hidup.
Mikrobiologi
Kehidupan mikroorganisme dan peranannya bagi kehidupan.
Bakteriologi
Kehidupan bakteri dan peranannya bagi kehidupan.
Mikologi
Kehidupan jamur dan peranannya bagi kehidupan.
Botani

- Pteridologi
- Bryologi
Kehidupan tumbuhan dan peranannya bagi makhluk hidup.
Kehidupan tumbuhan paku.
Kehidupan tumbuhan lumut.
Zoologi

- Entomologi

- Ornitologi
- Herpetologi
- Iktiologi
Segala sesuatu tentang hewan dan peranannya.
Kehidupan serangga dan peranannya bagi makhluk hidup.
Kehidupan unggas.
Kehidupan reptilia dan amfibi.
Kehidupan ikan.
Parasitologi
Kehidupan parasit dan pengaruhnya bagi makhluk hidup.
Fikologi
Kehidupan ganggang dan pengaruhnya bagi makhluk hidup.
3.
Aspek Kehidupan
Biologi perkembangan
Perkembangan individu atau organisme.
Embriologi
Perkembangan embrio.
4.
Kaitannya dengan Ilmu Lain
Biokimia
Proses-proses kimia dalam sistem kehidupan.
Biofisika
Proses-proses fisika dalam sistem kehidupan.
Bioteknologi
Teknologi yang memanfaatkan organisme.
Paleontologi
Kehidupan makhluk hidup pada masa lampau dilihat dari fosil.
5.
Persoalan/Tema Pokok
Ekologi
Hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungannya.
Evolusi
Perkembangan makhluk hidup dari yang sederhana sampai yang kompleks.
Immunologi
Sistem kekebalan tubuh manusia.
Taksonomi
Penggolongan makhluk hidup.
Patologi
Segala sesuatu yang berhubungan dengan penyakit.
Hasil gambar untuk metode ilmiah
   Metode ilmiah merupakan suatu kegiatan penelitian objektif untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji ilmu pengetahuan. Pelaksanaan metode ilmiah meliputi tujuh tahap berikut.

    a. Pemilihan Masalah
       Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti harus mengidentifikasi masalah dan melakukan studi pendahuluan. Permasalahan dapat ditemukan melalui studi pustaka dan berbagai referensi. Sumber masalah dapat juga ditemukan melalui pengamatan langsung di lapangan.

    b. Perumusan Masalah
      Tujuan perumusan masalah adalah untuk memperjelas batasan masalah yang akan dipecahkan. Perumusan masalah biasanya diawali dengan kata tanya apa, mengapa, dan bagaimana. Contohnya, "Mengapa tanaman yang disiram secara teratur lebih subur dibandingkan tanaman yang tidak pernah disiram?"

     c. Pengumpulan Keterangan
        Pengumpulan keterangan dapat dilakukan dengan studi referensi berupa teori, konsep, dan hasil penelitian yang sesuai dengan masalah yang telah dirumuskan. Segala informasi yang mengarah dan dekat dengan pemecahan masalah dapat digunakan untuk memperoleh jawaban sementara dari permasalaha yang diajukan.

      d. Penyusunan Hipotesis
     Hipotesis merupakan jawaban sementara dari permasalahan yang diajukan yang diperoleh berdasarkan data atau keterangaan selama observasi atau studi pustaka.

      e. Pengujian Hipotesis
        Pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan melakukan eksperimen atau penelitian. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan penelitian yaitu menyediakan alat dan bahan yang diperlukan selama penelitian serta menentukan kelompok penelitian.

      f. Pengolahan Data
          Data yang diperoleh dari hasil eksperimen dapat dibedakan menjadi dua jenis sebagai berikut.
1) Data kualititatif, yaitu data yang tidak disajikan dalam bentuk angka, tetapi dalam bentuk   deskripsi.
2) Data kuantitatif, yaitu data yang disajikan dalam bentuk angka.

     g. Pengambilan Kesimpulan
        Kesimpulan mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan. Kesimpulan dapat mendukung atau tidak mendukung hipotesis yang dibuat. Jadi, terdapat dua kemungkinan dalam pengambilan kesimpulan yaitu kemungkinan hipotesis diterima dan kemungkinan hipotesis ditolak.
      Objek biologi meliputi semua makhluk hidup (objek material) dan semua proses yang berlangsung di dalam makhluk hidup tersebut (objek formal). Berdasarkan tingkat organisasi kehidupan, objek biologi meliputi kehidupan pada berbagai tingkat struktur. Tingkat struktur dari yang terendah hingga yang tertinggi yaitu molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, organisme, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan biosfer.


    1. Molekul
        Molekul tersusun atas atom-atom. Atom tersusun atas proton, neutron, dan elektron. Contoh    molekul yaitu molekul DNA dan molekul air. Molekul saling berikatan membentuk ikatan kompleks, selanjutnya membentuk organel sel.

    2. Sel
       Sel merupakan tingkatan organisasi kehidupan yang tersusun atas organel-organel sel. Sebagian organisme seperti bakteri terdiri dari satu sel, tetapi sebagian besar organisme merupakan kumpulan dari banyak sel yang terspesialisasi. Setiap sel memiliki fungsi untuk melakukan metabolisme serta memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang sehingga sel disebut sebagai satuan unit terkecil  kehidupan.

    3. Jaringan
       Jaringan merupakan sekumpulan sel yang memiliki persamaan struktur untuk melakukan fungsi tertentu. Jaringan ditemukan pada organisme multiseluler.



    4. Organ
       Sekumpulan jaringan yang bekerja sama untuk melakukan fungsi tertentu akan membentuk organ. Organ hanya ditemukan pada organisme multiseluler.

     5. Sistem Organ
      Organ-organ yang melakukan setiap fungsi dan tugas yang saling berkaitan satu sama lain disebut sistem organ. Sebagai contoh sistem pencernaan yang tersusun atas beberapa jenis organ antara lain lambung, hati, pankreas, usus halus, dan usus besar.

      6. Organisme
         Berbagai sistem organ yang bekerja sama melakukan kegiatan kehidupan membentuk individu atau organisme. Organisme terdiri atas organisme uniseluler dan organisme multiseluler. Contoh organisme uniseluler yaitu Protozoa dan Monera. Contoh organisme multiseluler yaitu tanaman bayam dan kucing.

      7. Populasi
       Sekumpulan organisme sejenis yang hidup pada tempat tertentu dan dalam waktu yang sama akan membentuk populasi.

      8. Komunitas
       Komunitas tersusun atas beberapa populasi yang saling berinteraksi di suatu tempat tertentu. Sebagai contoh, komunitas sungai yang tersusun atas populasi ikan, kepiting, dan tumbuhan air.

       9. Ekosistem
        Ekosistem berasal dari kata oikos (rumah sendiri) dan systema (saling mempengaruhi). Jadi, ekosistem adalah sistem yang terdiri atas komponen-komponen yang saling mempengaruhi dan berinteraksi satu sama lain pada suatu tempat tertentu.

      10. Bioma
        Bioma merupakan kumpulan ekosistem di dunia, seperti bioma tundra, bioma gurun, bioma hutan hujan tropis, dan bioma savana.

      11. Biosfer
          Biosfer merupakan tingkatan organisasi kehidupan paling kompleks. Biosfer meliputi seluruh lapisan kulit bumi, air, dan atmosfer tempat kehidupan berlangsung.